Ia belajar bahwa layer yang berada di posisi paling atas akan menutupi layer di bawahnya. Ia segera menyeret layer teks ke posisi paling atas. Seketika, judul posternya muncul kembali dengan gagah di atas warna biru laut.

Ia menekan tombol kecil di sudut kanan bawah. Klik! Sebuah lapisan kosong muncul. Ia menamainya "Background."

Budi baru saja menemukan sebuah file berharga di folder unduhannya: Ia membukanya dengan harapan besar. Begitu halaman pertama terbuka, ia merasa seperti menemukan kunci rahasia dunia digital.

Di dalam PDF itu, konsep Layers (Lapisan) dijelaskan dengan sangat sederhana: Bayangkan kamu memiliki beberapa lembar plastik transparan yang ditumpuk. Kamu bisa menggambar di satu lembar tanpa merusak lembar di bawahnya. Mata Budi berbinar. Ia mulai mengikuti langkah-langkahnya:

Ini adalah bagian favoritnya. Tanpa perlu menghapus permanen, ia bisa menyembunyikan bagian foto yang tidak diinginkan hanya dengan kuas hitam dan putih. "Ini seperti sihir," bisiknya.